Komisi III DPR Kunjungi Kab. Mesuji Lampung

Menindaklanjuti pengaduan masyarakat dari Lembaga adat Megoupak di Mesuji, Lampung kepada Komisi III DPR pada Rabu lalu (14/12), Sabtu 17 Desember 2011 Komisi III akan mengunjungi provinsi Lampung. Dalam kunjungan lapangan kali ini akan digelar pertemuan dengan Kapolda Lampung, Kapolres Mesuji beserta jajarannya, Bupati, DPRD Kabupaten Mesuji, dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mesuji. Pertemuan akan berlangsung di Mapolda Lampung.

 Tim dipimpin Wakil Ketua Komisi III, H. Aziz Syamsuddin (F-PG), didampingi Wakil Ketua Komisi, Tjatur Sapto Edy (F-PAN) dan M. Nasir Djamil (F-PKS), dengan anggota : H. Dasrul Djabar (F-PD), H. Nudirman Munir (F-PG), Achmad Basarah (F-PDI Perjuangan), Aboe Bakaaar Al Habsy dan H. Adang Daradjatun (F-PKS), Taslim (F-PAN), Ahmad Yani (F-PPP), Martin Hutabarat (F-Gerindra), dan H. Syarifuddin Suding (F-Hanura).

 Dalam kunjungan kali ini juga turut serta utusan dari Mabes Polri dan beberapa orang wartawan. Di samping mengadakan pertemuan dengan jajaran pemerintah Kab. Mesuji dan pihak Kepolisian, Tim Komisi III juga akan meninjau lokasi terjadinya peristiwa tersebut di register 45 Kab. Mesuji.

 Dalam pengaduannya di Komisi III DPR, masyarakat Mesuji Lampung menayangkan video yang sarat adegan kekerasan ditampilkan. Pembantaian sadis tergambar dengan jelas. Beberapa korban dari masyarakat ada yang disembelih kepalanya kemudian tubuhnya digantung di tiang listrik, di pohon, dan ada kepala manusia yang terpotong lalu diletakkan di atas mobil. Ada pula yang diduga kuat ditembak dari bawah tubuh sampai tembus ke kepalanya. Bahkan, rekaman sempat menampilkan dua adegan pemenggalan kepala dua pria. Tampak seorang pria bersenjata api laras panjang dengan penutup kepala memegang kepala yang sudah terpisah dari tubuh.

 Menurut penjelasan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, apa yang ada dalam video tersebut adalah dua kejadian yang berbeda. Yang pertama terjadi pada 21 April 2011 di Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Hilir, Sumatera Selatan. Saat itu, terjadi sengketa lahan penanaman pohon kelapa sawit yang berujung pada pengeroyokan dan terbunuhnya warga. Namun Kapolri tidak menyebutkan berapa banyak warga yang meninggal dunia.

 Sementara kejadian kedua terjadi di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung pada 11 November 2011. Dalam kejadian ini sengketa lahan sawit berujung pada penyanderaan sejumlah warga oleh warga lainnya. Kepolisian setempat kemudian menuju lokasi untuk membebaskan sandera. Saat sandera berhasil diamankan dan dibawa dengan kendaraan kepolisian, terjadi penyergapan oleh warga. Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan warga yang melakukan pencegatan. Seorang warga tewas akibat tembakan petugas dalam kejadian ini. Menurut Kapolri, dua orang petugas polisi tengah disidang terkait perkara ini. Kapori menambahkan, kasus ini sudah diusut dan sudah ada 6 orang tersangka yang sekarang dalam proses di pengadilan.

Sumber : DPR RI

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s